Sedikit pengentahuan tentang Ride by wire!!
Pada sistem Ride By Wire, Seriap gerakan grip gas kita lakukan akan ditransfer melalui sebuah Transporder yang sebenarnya merupakan sebuah Konverter analog ke Digital (ADC) . Dan hasilnya adalah sebuah signal listrik digital yang akan di salurkan ke engine management computer atau boleh dibilang ECU/ ECM yang nanti akan membaca apa yang sedang dilakukan oleh pengendara …
Servo-controlled throttle pict (c) motorcyclistonline

Setelah memperoleh signal dari Transporder, Lalu ECU/ECM akan mengirimkan signal ke Aktuator dalam hal ini motor steper yang akan mengoperasikan berapa bukaan klep kupu kupu pada Throtel Body . . Jadi Boleh dibilang Yang tadinya hubungan antara grip gas dan bukaan klep kupu kupu di Throtel body adalah langsung , sekarang di sistem Ride By wire menjadi tidak langsung, masuk ke ECU dulu.
Biasannya kehadiran Ride By Wire akan menghasilkan fitur ftur lanjutan dari sebuah motor seperti Cruise Control, Kontrol Traksi dan Variable Mode Power . . . Kenapa Gitu ? Gini Logikannya sob . . .
Jadi pada sistem gas konvensional ( dengan kabel langsung ke klep kupu kupu), saat kita betot sekencang kencangnya itu grip gas/ throtel maka sebesar itupula klep kupu kupu intake Throtel Body (TB) akan membuka . . . Untuk Motor dengan Lubang Intake besar, maka ada kemungkinan akan membuat motor langsung stall ( mati )
Nah Pada sistem Betotan gas dengan Ride By wire, Saat Kita buka gas sebesar apapun, maka Komputer akan berfikir dan melakukan respon tidak selebay apa yang kita buka di grip gas. Komputer (ECU) hanya akan membuka klep Kupu kupu sebesar yang mesin bisa sebelum treshold (batas) suplai udara membuat motor stall ( mati)
Jadi pada dasarnya sebesar apapun gas kita buka, bukaan klep kupu kupu di Throtel body tetap saja yang mengendalikan adalah ECU, Bukan Kita/ Manusia secara langsung
Nah Hubungan sama Cruise Control, Cruise Control, Kontrol Traksi dan Variable Mode Power apa dong? Gini sob . .. ambil yang sederhana saja . . . Variable Mode Power . . . DI motor motor jaman sekarang ada mapping power tuh kayak di MV Agusta Brutale 675/ F3 675 contohnya ( Selain Brutale 675, contoh lain adalah KTM RC390, Honda VFR1200F, dan Yamaha R6) .. . Di MV agusta Brutale 765 ada 4 mode riding yang memiliki karakteristik dari respon throtel, torsi, limiter dan engine Brake yang berbeda beda . . . Rain, Normal, Sport dan Custom . . .
Nah Kalau Respon gasnya pakai kabel dan langsung membuka Klep Kupu kupu di Throtel Body, bakalan susah dong mengkondisikan mode ridingnya, alias bakalan gagal mode ridingnya karena Manusia ambil peranan langsung . . beda kalau Komputer (ECU) yang ambil peranan utama, ia ( ECU) bisa mengkondisikan berapa bukaan throtel saat Hujan, berapa saat Normal, dan berapa saat dipakai Sport/ Race . . . nahhh cerdaskan ?
Teknologi ini, menghilangkan keberadaan dari kehadiran tali gas yang diganti oleh perangkat elektronik untuk membuka butterfly di throttle body. Tentu, teknologi baru ini pun memiliki kelebihan dan kekurangannya. Apa kelebihan dan kekurangannya?
Kelebihan dari ternologi ini adalah lebih minim perawatan karena tidak menggunakan tali gas. Yang lebih penting lagi, juga bisa menghemat bahan bakar. Hal ini bisa terjadi karena putaran gas akan seimbang dengan bukaan di butterfly throttle body karena semuanya sudah diatur secara digital sehingga lebih presisi.
Kelebihan lain Ride By Wire selain bisa ditancapkan fitur fitur seperti Cruise Control,Cruise Control, Kontrol Traksi dan Variable Mode Power adalah kita bisa memastikan delivery Power menjadi smooth, tidak meledak ledak, dan tidak mengintimidasi dan efek bonusnya bisa juga membuat efesiensi pemakaian bahan bakar
Sementara, kekurangan dari sistem ini bisa dikatakan putaran gas tidak bisa langsung diputar habis. Hal ini dikarenakan sistem elektronik yang juga membaca putaran mesin secara bersamaan. Artinya, jika anda menginginkan bukaan gas yang resposif anda bisa re-mapping elektronik pada fuel injector (elektronik kit) atau bisa mereset setup pada riding mode yang tersedia.
Selain itu, sistem tanpa kabel gas dalam “membesut” motor khususnya moge ini juga sangat tidak cocok diaplikasikan pada motor bergenre motor garuk tanah (Offroad). Hal ini dikarenakan motor jenis ini sangat mengandalkan tali gas dengan perilaku buka-tutup gas yang sesuka hati. Oleh sebab itu motor seperti Yamaha YZ400, Kawasaki KX250, Honda CRF650 tidak dibekali piranti throttle by wire ini.
Nah itukan enaknya, gimana nggak enaknya ? Yang pertama masalah feel kali yeee, Jadi kerasa dibatasi githu heheheh, logikanya walau kita yang nyuruh, tapi komputer punya peranan penting menentukan disana. Yang kedua adalah masalah teknologi yang butuh sumberdaya lebih cerdas untuk menangani masalah . . . kalo masalah kabel gas Nyangkut doang sih, bisa langsung di deteksi . . . lha kalo sudah semuanya digital signal? mumet mas broo hehehe gak sembarangan mekanik bisa handle . .
Nah Gitu Deh soal Ride By Wire . . . ini berhubungan dengan testimoni pengunjung tmcblog yang kemarin mengatakan bahwa tidak ada Kabel gas di Prototipe dari Honda K64A atau Calon Honda CBR250RR dua silinder . . . Jika di simak lagi di konsol speedometer ada indikator “STD” yang tmcblog sinyalir sebagai salah satu dari indikator Variable Mode Power . . . dan ini jelas secara langsung membuat Sinyalemen benang merah antara K64A dengan sistem Ride By Wire menyeruak . . .
Benar apa Nggak ? Kita simak saja nanti bro di Bulan ke dua pada Paruh kedua 2016 saat Honda K64A ini disinyalir Mulai di Produksi Massal . . .dan jika saja benar Honda CBR250RR nanti benar pakai Ride By wire ini jelas menjawab pertanyaan Mas Heru Rider Tua . . . Ride By Wire apakah Apakah kita Masih Cukup usia Untuk merasakannya…??? . . . sebenarnya kalau mas heru naik Brutale 675 jawabannya jelas cukup . . . namun CBR250R kan harganya masih akan lebih rendah dari B675 jadi jelas akan lebih bisa membuka kemungkinan itu
Silahkan dikunyah kunyah, mohon maaf artikelnya cukup teknis.
Yuk cek video penjelasannya gan
Sedikit pengentahuan tentang Ride by wire!!
Reviewed by yudho wiram
on
06.25
Rating:
Reviewed by yudho wiram
on
06.25
Rating:
Tidak ada komentar: